Kunjungan hari Asadha dan cerama dari Prof.U.Kundala

Kunjungan hari Asadha di mana di peringati setiap tahun sekali oleh umat Buddha dari vihara Dharma Wijaya Bhaktisala lantai 1 JL.wahidin no.107/265 (simpang.Jl. Jurung) itu.Dengan para selaku Panitia Peringatan hari Asadha 2554/2010 dari PMVDW mengundang Y.M Bhante candasilo untuk menghadiri acara peringatan hari Asadha itu,sehingga dimana acara itu berlangsung semua itu dapat dilihat dengan kehadirian dari umat Buddha baik muda dan mudi dengan tekun melaksanakan hari Asadha bersama-sama dengan menjalankan Trisarana dan Pancasila sampai dengan pemohonan Dhammadesana dari Bhikkhu sangha yang hadir pada waktu itu,namun semua acara berjalan dengan rancar dan baik,dimana dapat memperingati baersama-sama pristiwa yang terjadi pada kehidupan Sang Buddha bersama-sama yaitu dimana Sang Buddha masih hidup yang awalnya Sang Buddha mencapai Penerangan Sempurna dengan usahanya sendiri, Dengan belas kasihan Beliau kepada semua Mahkluk hidup, dan demi manfaat bagi dunia ini,sang Buddha mengajarkan Dhamma-cakkapavatana Sutta,menguarikan Empat Kesunyataan Mulia,dalam bulan Asalha-purnami.Pada waktu itu petapa Anna Kondanna sebagai pemimpin lima pertapa,telah mendengarkan wejangan Dhamma,mengerti dan mengetahui bahwa segalah sesuatu yang muncul akan berkembang dan lenyap,segera mohon di terima menjadi Bhikkhu.
Beliau Bhikkhu pertama di dunia ini.Demikian pula pertapa yang lain,masing-masing mohon di terima sebagai murid Sang Buddha.
Pada waktu itulah,Sangharatana muncul di dunia ini dan sekaligus,pula sang Triratana,yaitu :Buddharatana,Dhammaratana,Sangharatana.
Pada hari Aslhapurnami,Sang Buddha telah membabarka Dhammacakkapavatana Sutta.Pada saat itu terbentuklah Arya Sangha dan lengkaplah Sang Tiratana.
Pada hari ini kita menghormati dengan pikiran,ucapan,perbuatan serta pula dengan dupa,lilin dan bunga.Walaupun sang Buddha lama Parinibbana,semoga persembahan kita bermanfaat dan membawa kebahagian bagi kami untuk selama-lamanya,Begini lah kutipan yang di tulis dalam kita suci Paritta itu.
Kemudian acara kedua Bhante di undang dalam acara cerama dari Prof. U Kundala dan sejak itu
Bhante candasilo mengikuti seksi acara dari Prof. U. Kundala dengan cerama bersama-sama umat Buddha dari Vihara Dharma Wijaya itu tentang riwayat Sang Buddha dimana kelahiran Sang Buddha Sidharta Gotama dan Para Buddha yang akan datang seperti Buddha Maitea dan para Budddha yang lain dan semua tentunya akan lahir di India, apa sebabanya karena kata beliau di India adalah negara tengah dari semua belahan dunia itu,sehingga orang terkenal juga di sekitar dari daerah India seperti cina, Belahan Asia tenggara,jadi daerah suci yang banyak terdapat di india seperti lumbini,kapilawastu dan sebaginya itu itu merupakan tempat kelahiran Buddha dan Buddha mencapai penerangan sempuran,sehingga kalau ada seorang Buddha yang akan lahir tentunya harus menjadi raja ,karena raja yang di muliakan dan di hormati oleh rakyatnya itu begitu sekilas uraian dari Prof.U Kundala dan banyak lagi cerita tentang kehidupan Sang Buddha yang tentunya sudah di pahami oleh umat Buddha walaupun di dapat dari ilmu pengetahuan dari pendidikan dari sekolah itu,jadi setelah itu Prof.U kundala pun memperlihatkan gambar-gambar yang terpotong-potong dari kameranya pribadi,karena beliau mengatakan lupa dan tidak sempat bawak dari Singapura dimana beliau mengajar sebagai dosen itu dan beliau tinggal di India dan sempat tinggal di Taiwan dan melanjutkan Pendidkan di bidang bahasa Mandarin yang terlihat dalam cerama beliau bengan bahasa Mandarin yang begitu fasih dan lancar itu.
Setelah acara carama dari Prof.U.Kundala selesai dan seksi tanyak jawab pun di berikan beberapa menit dan tanyak jawab ini di berikan kepada Bhante candasilo di saat itu hadir bersama-sama dalam acara Hari Asadha dan cerama dari Prof. U Kundala itu,sehingga sampai dengan acara selesai dan Penyerhan Piagam Penghargan dari Panitia kepada Prof. U. Kundala dan Bhante candasilo dan terakhir acara foto bersama-sama sebagai kenangan dari kehadiran dari Prof. U Kundala itu.
Kemudian istirahat sejenak Bhante candasilo pun dapat undangan dari umat untuk mengadakan upacara spirituality dari Trisarana kepada umat Buddha yang belum di Trisarana itu,sehingga terlihat dalam acara ritual itu yang mau di Trisarana berupa umat dan muda-mudi berkisar ada 30 orang di saat itu juga umat Buddha yang ingin di Trisarana ini pun mempersiapkan Bunga,lili,dupa, dan menyerakan kepada Bhante candasilo satu persatu sampai acara Baca Permohonan Trisarana dan Pancasila itu,namun semua acara selesai dengan ritual baca Paritta suci,Bhante candasilo pun memberikan bimbimgan Dhamma dan cerama dalam acara Dhammadesana itu,menjelang acara Dhammadesana selesai pemberkatan dan pelimpahan jasa kepada manusia dan makhluk di dunia ini dengan memacarkan Metta cinta kasih kepada semua itu.dan acara Trisarana pun selesai dan Bhante candasilo pun di antar pulang kembali ke vihara dan selesai acara spiritual dari
Ajaran sang
Buddha itu.
Buddha itu.